Memaksaku untuk kembali membuka lemari kenangan tentangmu
Tidak peduli pikiranku menolak, sang bulan tetap memaksa
Kalau aku tidak mau, diselipkannya kamu dalam mimpiku
Dalam mimpiku, kita bertemu
Tanpa saling sapa, hanya berpandangan
Aku tahu kamu ada di dekatku, kamu pun tahu aku ada di dekatmu
Hatiku berteriak memanggilmu
Tapi bibirku tidak mengizinkan suaraku untuk keluar
Hanya itu yang kuingat
Sepenggal mimpi indah itu kusimpan dalam memoriku
Dan diam-diam ku aminkan
[ Sabillatte ]
No comments:
Post a Comment