Tengah malam memang
benar-benar waktu rawan
Rawan kenangan menyusup
masuk ke pikiran
Membuka jalan yang lebar
untuk mengalirnya air mata
Memberi kesempatan emas
bagi hati untuk mengorek luka lama
Bolehkah aku
menyalahkanmu?
Aku terbiasa tidur pagi
karena biasanya aku menemanimu hingga pagi
Kini kau ditemani dengan
dia yang lain
Tidur lebih awal dalam
dekapannya
Doa yang
kupanjatkan, semoga bisa kau rasakan
Hanya
itu yang bisa kulakukan untuk menemanimu
Jangan
khawatir, namamu masih terus kusebut dengan tulus
[ Sabillatte ]