Siang itu, kamu berceloteh tentang semua semangatmu
Semangat untuk belajar, semangat untuk membuka usaha, semangat untuk mengasah kegemaranmu, semangat untuk menabung, semangat untuk membangun masa depan bersama pujaan hatimu
Kamu bercerita kalau kamu berdoa ketika langit malam mendekap
Berdoa dengan segenap-genap hati untuk semua semangatmu itu
Saat kamu berbincang-bincang dengan bintang dan rembulan,
akupun memohon dengan segenap-genap hati untuk rangkaian mimpimu itu
Senyummu dengan bangga terukir ketika satu persatu berhasil kamu genggam
Aku berhasil mendampingimu, kupikir
Rasa bangga semakin menggunung ketika kamu berkata kamu sudah siap untuk membangun masa depan
Tetapi satu yang luput dariku
Aku lupa mendoakan aku agar menjadi masa depanmu
Sementara kamu memohon agar kamu dapat membangun masa depan dengan sang pujaan hati
Tapi kamu tidak menyebut namaku
Saat kamu berbincang-bincang dengan bintang dan rembulan,
akupun memohon dengan segenap-genap hati untuk kamu dan masa depanmu
Munafik kalau aku bahagia ketika kamu berdampingan dengan wanita lain
Ingin rasanya kumaki dan kusumpahi agar hancur semua mimpimu itu
Tapi tidak mungkin
Tidak mungkin aku tega merusak semua mimpimu
Bahagialah dengan semuanya
Berbahagialah dengan dia yang kamu dambakan
Aku masih akan memohon dengan segenap-genap hati untuk kamu
[ Sabillatte ]
No comments:
Post a Comment