Monday, April 23, 2018

Demi Kamu

Bohong jika aku bisa tersenyum dengan ikhlas saat kamu bercerita tentangnya
Membicarakan kebiasaannya, menunjukkan foto-fotomu dengannya, menceritakan seberapa menggemaskan dirinya saat ia meminta pelukan darimu
Bohong jika aku tidak merasa iri padanya
Yang bisa dengan leluasa memintamu waktumu, memelukmu, bahkan menciummu

Ingin rasanya aku mengumpat, mencaci maki dan meneriakkan bagaimana perasaanku tepat di depan wajahmu
Ingin rasanya aku menangis di depanmu dan memaksamu untuk memelukku agar aku tenang
Terlalu sakit untuk menyaksikan kisah cintamu dengannya

Jujur saja, kalau aku jahat aku berharap kamu tidak bahagia dengannya sehingga aku bisa menertawakanmu
Aku tidak sanggup melihatnya mendampingimu

Tetapi aku lebih tidak sanggup melihatmu menangis
Melihatmu terjatuh, terpuruk karena kehilangan cinta dalam hidupmu
Aku sudah cukup merasakan itu, aku tidak mau kamu merasakannya juga

Setiap kali kamu berdoa untuknya atau berceloteh tentang impian-impianmu dengannya
Demi kamu, aku ikut mendoakan
Demi kamu, aku ikut mengusahakan impian-impianmu itu
Demi kamu, aku ikut berharap semoga tercapai

Dan ketika semua itu terwujud, saat itulah janjiku tuntas
Janji untuk mengantarkanmu pada kebahagiaanmu
Dan ketika semua itu terwujud, saat itulah tugasku selesai


[ Sabillatte ]

No comments:

Post a Comment