Tuesday, March 27, 2018

Fatamorgana

Biarkan aku meyelonjorkan kaki sembari beristirahat dari penatnya hari
Kusandarkan punggungku pada pancang penopang langit
Semilir angan yang membuai mengalahkan semilir angin yang menghembus
Angan yang akan tetap menjadi angan

Mataku terpejam
Semakin kupejam, semakin kupejam
Sialnya sosokmu semakin jelas
Entah sesuatu yang harus kusyukuri atau waspadai

Kubuka kembali mataku untuk memastikan bahwa aku masih sadar
Kupejamkan sekali lagi mataku dan kini bukan hanya sosokmu yang muncul
Ada aku disana, tertawa dan memelukmu

Aku berharap aku memiliki teko Aladdin di tengah padang pasir ini
Akan kuminta aku dan kamu bersatu
Sugguh, aku lebih ingin itu dibanding air
Angan itu semakin jelas terasa, seperti nyata adanya
Tetapi nyatanya angan itu memang hanya fatamorgana yang membuat haus menjadi dahaga
Hanya fatamorgana yang mengorek sedih menjadi perih
Hanya fatamorgana yang merubah kenangan menjadi harapan

Sayangnya, fatamorgana itu hanyalah angan yang akan tetap menjadi angan
Dan kenangan semakin berubah menjadi harapan


[ Sabillatte ]

No comments:

Post a Comment